Tata Kelola Kolaboratif Pengelolaan Ekowisata Mangrove Di Indonesia

Muhamad, Efendi and Sri, Juni Woro Astuti (2021) Tata Kelola Kolaboratif Pengelolaan Ekowisata Mangrove Di Indonesia. Jurnal Inovasi Sektor Publik , 1 (2) : 6. pp. 105-135. ISSN 2829-1352

[thumbnail of Tata Kelola Kolaboratif Pengelolaan Ekowisata Mangrove Di Indonesia] Text (Tata Kelola Kolaboratif Pengelolaan Ekowisata Mangrove Di Indonesia)
Tata Kelola Kolaboratif Pengelolaan Ekowisata Mangrove Di Indonesia.pdf

Download (322kB)

Abstract

Tata Kelola Kolaborasi adalah bentuk kemitraan antara Pemerintah dengan pihak Swasta, Masyarakat, Lembaga Pendidikan, dan Perguruan Tinggi dalam pengelolaan kawasan wisata mangrove di berbagai wilayah Indonesia. Tata kelola kolaboratif dilihat dari 5 aspek yaitu kondisi awal, kelembagaan, kep emimpinan, proses kolaborasi, faktor pendukung dan penghambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan pratek tata kelola kolaborasi pengelolaan ekowisata mangrove di Indonesia dan mengetahui faktor pendukung dan pengahambat. Penelitian men ggunakan studi kepustakaan ini sumber data diambil dari berbagai sumber informasi dari buku, jurnal penelitian, skripsi, berita, majalah dll, tema tata kelola kolaborasi pengelolaan kawasan wisata mangrove. Pratek kolaborasi dalam pengelolaan ekowisata seb agai upaya untuk memaksimalkan tujuan yang di harapkan dan mampu saling melengkapi antar aktor yang terlibat. Diharapkan pengelolaan ekowisata di wilayah Indonesia berjalan dengan baik, karena ekowisata merupakan bagian terpenting dalam keseimbangan ekosis tem, sehingga wajib dikelola secara maksimal. Hasil dengan menggunakan teknik kepustakaan penyajian data perbandingan dari berbagai referensi diperoleh hasil dengan rincian, kondisi awal pengelolaan kawasan wisata mangrove dalam upaya pelestarian lingkunga n. Kelembagaan terbentuknya visi - misi dan tujuan dari pengelolaan, serta mempertahankan kelestarian lingkungan. Kepemimpinan dinilai sudah berjalan dengan baik dengan adanya leading sector yaitu dari Bappeda, Dinas Perikanan, Dinas Pariwisata, Dinas Kehutanan dan Perkebunan. terdapatnya pembagian tugas semua aktor yang terlibat, diadakan kegiatan rapat dan diskusi. Proses kolaborasi sudah sejalan jika dilihat dari dialog tatap muka, membang un kepercayaan, komitmen bersama, pencapaian bersama. Faktor pendukung adalah pihak pemerintah, swasta, lembaga pendidikan mendukung penuh. Sedangkan penghambat kurangnya koordinasi, sosialisasi terhadap masyarakat, dan belum ada kontrak kerjasama secara t ertulis dalam bentuk MoU.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Tata Kelola Kolaboratif, Mangrove
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions: Jurnal
Depositing User: Mochamad Danny Rochman, A.Md. Lib., S.S.I.
Date Deposited: 08 Oct 2025 07:36
Last Modified: 08 Oct 2025 07:36
URI: https://repository.uwp.ac.id/id/eprint/3188

Actions (login required)

View Item
View Item