Dwi, Wahyu Prasetyono and Sri, Juni Woro Astuti and Supriyanto, Supriyanto and Ramon, Syahrial (2017) Pemberdayaan Petani Berbasis Modal Sosial dan Kelembagaan. Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship (AJIE) , 2 (3) : 2. pp. 231-238. ISSN 2477-3824
Pemberdayaan Petani Berbasis Modal Sosial dan Kelembagaan.pdf
Download (71kB)
Abstract
This study is intended to illustrate and explore the collective empowerment of farmer groups based on social capital. The collective context refers to the level of society, which involves three groups of farmer. This study also relates to the evaluation of the implementation process of village partner development program. During the process, empowerment is done by involving farmers' participation. Collective empowerment strengthens the roles and functions of farmer group organizations, in the accumulation of social forces that can bind and mobilize the participation of farmers in empowerment programs. The impact of changes that have occurred on partner farmer groups leads to a strengthening of their capabilities for social change and improved quality of life. Grow positive initiatives from them about what they need to do to strengthen their capabilities to realize the desired future.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | empowerment, farmer, collective empowermentABSTRAKPenelitian ini dimaksudkan untuk mengilustrasikan dan mengeksplorasi pemberdayaankolektif kelompok taniberdasarkan modal sosial. Konteks kolektif mengacu pada tingkat masyarakat,yang melibatkan tiga kelompok petani. Studi ini juga berkaitan dengan evaluasi pelaksanaan prosesprogram pengembangan mitra desa. Selama proses berlangsung, pemberdayaan dilakukandenganmelibatkan partisipasi petani. Pemberdayaan kolektif memperkuat peran dan fungsi organisasikelompok tani, dalam akumulasi kekuatan sosial yang dapat mengikat dan memobilisasi partisipasipetani dalam program pemberdayaan. Dampak perubahan yang terjadi pada kelompok petani mitramengarah pada penguatan kemampuan mereka untuk perubahan sosial dan peningkatan kualitashidup. Tumbuh inisiatif positif dari mereka tentang apa yang perlu mereka lakukan untuk memperkuatmasa depan mereka.Kata kunci:pemberdayaan, petani, pemberdayaan kolektifPENDAHULUANModel pembangunan yang dominasidan dilandasi kepercayaan akan nilai-nilaiuniversal, dari perspektif neo-klasiktersebut, telahmenimbulkan krisis dankesenjangan struktural yang mendalam dilingkungan sosioekonomi, budaya danekologi[1], hingga masalah kemiskinandanmasalah lingkungan senantiasa terusberkelanjutan[2].Masalah kemiskinanberkaitan dengan kekurangan pendapatanuntuk memenuhi kehidupan layak[3],terjadi karena adanya kepincangandistribusi pendapatandan konsumsidalammasyarakat[4]merupakanakibatdarikesenjangan struktural.Pemberdayaan memang telahmenjadi angenda pembangunan sejak eraorde baru, namun karena kesalahanintervensi yang dilandasi pemahaman yangsalah dalam menempatkan eksistensimanusia. Paradigma neo-klasik lebihmenekankanhuman capitaldalam kontek |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Jurnal |
| Depositing User: | Mochamad Danny Rochman, A.Md. Lib., S.S.I. |
| Date Deposited: | 08 Oct 2025 07:01 |
| Last Modified: | 08 Oct 2025 07:39 |
| URI: | https://repository.uwp.ac.id/id/eprint/3186 |

